Toleransi dalam Teologi Agama-Agama: Studi Komparatif

Authors

  • Mawardi Mawardi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58405/aw.v3i2.50

Keywords:

Tolerance, Theology, Religions

Abstract

This article aims to explore the concept of tolerance in the theology of religions, focusing on how the values of tolerance can be applied in interreligious relations to create social harmony. This study employs a qualitative approach using descriptive analysis and library research methods, utilizing primary and secondary sources such as sacred texts, theological literature, and previous studies on tolerance in religious contexts. The findings reveal that tolerance is a key element in many religious theologies, emphasizing respect for differences in belief and the necessity of interfaith dialogue. These findings highlight the importance of an inclusive and open theological approach in strengthening interreligious relations, while also challenging exclusivist attitudes that often trigger conflicts. Therefore, this research offers a significant contribution to the discourse on tolerance and the role of religion in building a peaceful and inclusive society.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhmad, Akhmad. “Perkembangan Toleransi dalam Pendidikan Islam di Indonesia.” Scholastica: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2, no. 1 (2020): 55–62.

Amalia, Ayu Riska, S. M. Noor, and Abdul Maasba Magassing. “Kebijakan Zero Tolerance Amerika Serikat di Era Donald Trump: Perspektif Hukum Internasional.” Jurnal Risalah Kenotariatan 4, no. 1 (2023): 321–331. https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v4i1.103.

Anna, Dian Nur. “Konghucu di Korea Kontemporer dan Sumbangannya terhadap Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 12, no. 2 (2013): 239–254. https://doi.org/10.18592/jiu.v12i2.691.

Aprilia, Santi, and Murtiningsih. “Eksistensi Agama Khonghucu di Indonesia.” Jurnal Studi Agama 1, no. 1 (2017): 15–40. https://doi.org/10.19109/jsa.v1i1.1545.

Arifianto, Yonatan Alex, Sari Saptorini, and Reni Triposa. “The Nature of Tolerance in the Frame of Christian Faith as a Contribution to Building the Unity of the Nation.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 6, no. 1 (2022): 10–17. https://doi.org/10.46445/ejti.v6i1.434.

Arifin, Achmad Zainul. “Toleransi dalam Agama Hindu: Aplikasi Ajaran dan Praktiknya di Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo.” Satya Widya: Jurnal Studi Agama 2, no. 2 (2019): 71–92. https://doi.org/10.33363/swjsa.v2i2.60.

Arifin, Ramlan, and Muhammad Yusuf. “Toleransi Umat Beragama dalam Perspektif Hadis.” As-Shaff: Jurnal Manajemen dan Dakwah 1, no. 1 (2020): 1–13.

Edy, Edy, and Sonika Sonika. “Penerapan Manajemen Berbasis Buddhis dalam Toleransi Kehidupan Beragama pada Umat Vihara Prajna Maitreya Sungai Raya Kubu Raya.” Jurnal Maitreyawira 5, no. 1 (2024): 25–29. https://doi.org/10.69607/jm.v5i1.96.

Ermiatia, Rinsa, Seni Kay, and Marni Rumengan. “Nilai Toleransi Berdasarkan Hermeneutika Lukas 10:25–37.” In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi 4, no. 1 (2024): 30–37. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i1.1952.

Fergina, Ana, Hasaruddin, and Syamzan Syukur. “Islam-Yahudi: Bisakah Berdamai?” Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora 10, no. 2 (2024): 285–296. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v10i2.2420.

Hagai, Ella Ben, and Eileen L. Zurbriggen. “Between Tikkun Olam and Self-Defense: Young Jewish Americans Debate the Israeli-Palestinian Conflict.” Journal of Social and Political Psychology 5, no. 1 (2017): 173–199. https://doi.org/10.5964/jspp.v5i1.629.

Hamzah. “The Reflection of Medina Charter as a Basis for Religious Moderation in Indonesia.” Jurnal Al-Dustur 5, no. 1 (2022): 1–17. https://doi.org/10.30863/jad.v5i1.2601.

Hazwani, Filza Marnia, and Matang. “Dinamika dan Krisis Toleransi di Indonesia dalam Era Disrupsi.” Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan 3, no. 2 (2022): 47–52. https://doi.org/10.31002/kalacakra.v3i2.6153.

Kaha, Samuel Cornelius. “Dialog sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam di Indonesia.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 4, no. 2 (2020): 132–148. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165.

Khaeriyah, Hamzah. “Interaksi Sosial Islam dan Konghucu.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam 9, no. 2 (2017): 601–616.

Lestari, Bernadetta Budi, and Suhartono. “Perkembangan Agama dan Sikap Toleransi Beragama Desa Ngrangsang Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.” PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3, no. 1 (2023): 22–28. https://doi.org/10.36456/p.v3i1.7206.

Lopes, Pedro. “Hidup Beragama di Indonesia dalam Terang Persaudaraan dan Persahabatan Sosial Ensiklik Paus Fransiskus.” In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi 4, no. 2 (2024): 51–63. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i2.1959.

Maryani, Dwi. “Makna Kerukunan dan Toleransi dalam Perspektif Agama Islam dan Agama Buddha.” Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama 5, no. 1 (2019): 106–124. https://doi.org/10.53565/pssa.v5i1.51.

Ma’shum, Muhammad, Muhammad Zuhad Robby Alfiyan, Nur Aini, and Muhammad Najih Musthofa. “Toleransi Beragama di Era Digital dalam Telaah Ayat-Ayat Al-Qur’an.” Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara 2, no. 2 (2023): 167–177. https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i2.545.

Nashir, Fikriana Aribah Al, Nurul Amanah, Almi Maliana Juwita, Triyantoro, and Sobirin. “Relevansi Ajaran Kemanusiaan pada Agama Hindu dengan Ajaran Islam.” Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah 7, no. 3 (2024): 11–20. https://doi.org/10.4236/tashdiq.v7i3.6501.

Ndolu, Nelci Nafalia. “Tatnai: Pengawal Toleransi Beragama dalam Zaman Darius I.” Aletheia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 14–31. https://doi.org/10.55851/aletheia.v1i1.3.

Nusantara, Islam. “Indonesian (Islamic) Model: Model of Tolerance and Integration of Religious Communities through the Cultural Traditions of Meroah Taon and Balit.” Jurnal Bimas Islam 16, no. 1 (2023): 201–242. https://doi.org/jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi.

Pranyoto, Yohanes Hendro. “Implementasi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti sebagai Bentuk Pembinaan Toleransi Beragama bagi Siswa-Siswi Sekolah di Distrik Merauke Kabupaten Merauke.” Jurnal Masalah Pastoral 10, no. 1 (2022): 75–93. https://doi.org/10.60011/jumpa.v10i1.83.

Rokhim, Abdur. “Sikap Moderat Para Mufassir terhadap Riwayat Israiliyyat.” Al-Quds: Jurnal Studi Alquran dan Hadis 6, no. 3 (2022): 1409–1421. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i3.4426.

Sari, Ni Made Ayu Trisna Aprilia, and Nyoman Wijana. “Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti terhadap Sikap Toleransi Siswa Hindu di SMPN 7 Mataram.” Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu 29, no. 2 (2024): 65–72. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v29i2.271.

Songgono, Jacob. “Membangun Toleransi dalam Masyarakat Multiagama dan Multikultural di Indonesia dari Perspektif Lukas 10:25–37.” Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral 3, no. 1 (2022): 127–137.

Supriyanto. “Memahami dan Mengukur Toleransi dari Perspektif Psikologi Sosial.” Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam 15, no. 1 (2018): 23–28. https://doi.org/10.18860/psi.v15i1.6659.

Sukini. Toleransi Beragama. Jakarta: Rajawali Pers, 2020.

Sirangki. “Memaknai Toleransi Secara Teologis sebagai Upaya Moderasi Beragama.” Jurnal Teologi dan Sosial Keagamaan 12, no. 2 (2022): 145–162.

Triana, Yuniarti Mellia, Alik Ulfatus Solikah, Ratu Suci Sholikhah Wati, and Meidi Saputra. “Analisis Keberagaman Agama dan Toleransi di Desa Sukodadi dalam Dinamika Masyarakat Multikultural.” De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 4, no. 10 (2024): 337–342. https://doi.org/10.56393/decive.v4i10.2488.

Utoyo, Marsudi. “Perspektif Agama-Agama di Indonesia terhadap Pluralisme Agama.” Masalah-Masalah Hukum 44, no. 4 (2015): 454–461. https://doi.org/10.14710/mmh.44.4.2015.454-461.

Wijaya, Albert I. Ketut Deni. “Meneladan Sikap Paus Yohanes Paulus II dalam Menumbuhkan Budaya Perdamaian di Tengah Keluarga.” JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik 2, no. 1 (2009): 67–80. https://doi.org/10.34150/jpak.v2i1.72.

Woda, Bernadus. “Mewujudkan Toleransi melalui Moderasi Beragama dalam Pandangan Gereja Katolik.” Prosiding Penelitian dan Pengabdian Keagamaan 1 (2023): 13–19.

Wakid, Saipul. Toleransi Beragama Perspektif Multikultural dan Gender. Yogyakarta: Deepublish, 2019.

Yogantara, I. Wayan Lali. Hutan Suci Tenganan Pegringsingan: Kajian Teologi Hindu dalam Pelestarian Alam. Denpasar: Jayapangus Press, 2023. http://book.penerbit.org/index.php/JPB/article/view/1657.

Yudiana, I. Kadek, Miskawi, and I. Wayan Pardi. “Analisis Kerukunan Antar Umat Beragama pada Masyarakat Multikultur di Ujung Timur Pulau Jawa (Studi Kasus di Desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur).” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 6, no. 2 (2017): 147–158. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v6i2.12033.

Zarkasi, Ahmad. “Mengenal Pokok-Pokok Ajaran Kong Hucu.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 9, no. 1 (2017): 21–35. https://doi.org/10.24042/ajsla.v9i1.1405.

Zayyadi, Ahmad. “Sejarah Konstitusi Madinah Nabi Muhammad Saw (Analisis Piagam Madinah dan Relevansinya di Indonesia).” Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum 4, no. 1 (2015): 177–198. https://doi.org/10.14421/sh.v4i1.1976.

Downloads

Published

2026-05-19

How to Cite

Mawardi, M. (2026). Toleransi dalam Teologi Agama-Agama: Studi Komparatif. Al-Widad, 3(2), 38–59. https://doi.org/10.58405/aw.v3i2.50